Sunday, April 25, 2010

AL QURAN SURAH AL BURUJ - GUGUSAN BINTANG

Senin, 20 April 2009

TAFSIR SURAH AL BURUJ (Perspektif Sirah dan Pendidikan) Oleh: Harif ibn Muslim


I. Muqaddimah

Segala puji bagi Allah SWT pemilik sekalian alam, maha berilmu tentang alam ini, tidaklah terluput dariNya alam jagaT raya ini melainkan dibawah pengEtahuanNya, yang Maha Menguasai hati hamba-hambanya dan kita berdo’a kepadaNya agar diberikan keteguhan hati untuk menempuh perjuangan yang mungkin akan menggersangkan ruhiah, konsistensi kita. Kita juga memohon kepada Zat yang maha agung untuk memperkuat asas langkah-langkah kita agar senantiasa tegak dalam meniti perjuangan yang barangkali akan melebihi daripada umur kita, hal yang senada juga diungkapkan imam syahid rahimahullah
الواجبة أكثر من الأوقات
( Kewajiban itu lebih banyak dari batasan waktu ).

Tugas-tugas peradaban memanglah suatu kewajiban bagi insan yang berazam untuk kebangkitan diinul Islam. Maka suatu kisah diantara kisah-kisah yang penuh ibarat dalam Al Qur’an, untuk menjadi pendidikan sejarah bagi umat setelahnya, untuk menjadi peringatan bagi orang yang berjuang setelah beralihnya zaman ini kepada kita pada hari ini.

Konten ayat ini adalah pendidikan aqidah, sosial, kemenangan opini yang diraih dengan cara pengorbanan yang suci dari seorang pemuda yang dinamai oleh Allah SWT Ashabul Ukhdud. Kisah yang penuh spirit ini, adalah motivasi bagi mukmin yang mentadabburi Al qur’an. Sungguh banyak kisah-kisah hikmah dalam Al qur’an dan itu adalah aktornya adalah pemuda. Sebut saja , pemuda al kahfi, pemuda ukhdud, ibrahim muda, musa muda, yusuf muda, thalut muda dan masih banyak kisah dalam al qur’an yang memiliki konten ketabahan iman seorang pemuda, kematangan spritual dan intelektual, demonstratif dalam hal kebenaran, atraktif dan inovatif dalam berpikir dan dalam memeberikan idea. Maka sungguh benar apa yang dikatakan Allah SWT
......فقصص القصص لعلهم يتفكرون
Artinya: ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah , agar mereka berpikir (Al a’raaf :169)

Mempelajari kisah-kisah dalam Al qur’an mempunyai spirit tersendiri memiliki daya tarikan bagi para pemikir atau orang yang selalu memiliki paradigma filosofis, justru ini sangat dianjurkan dalam Al qur’an


Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(Ali imran:190)

Demikian juga dengan kisah pencarian Ibrahim a.s dalam mencari tuhan dalam surah Al an’am
Artinya: Ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."(Al An’am:76)

Sungguh menakjubkan memang ada nilai filosofis dalam Islam yang telah lama diaplikasikan oleh para pejuang Allah SWT jauh sebelum munculnya para penemu filsafat seperti plato, socrates, aristoteles. Kita mengambil filsafat dari sudut pandang yang berbeda dengan para filosof Yunani itu. Ibrahim a.s. memiliki daya logika yang tinggi pada masa itu yang tidak dimiliki oleh manusia manapun pada saat itu. Bagitu juga kisahnya tentang mencari makna kematian adalah peristiwa filosofis yang luar biasa menakjubkan, bayangkan seorang pemuda bisa berbuat seperti itu maka kisah juga menjadi motif kita untuk berfikir sistematis sekaligus rasional dalam konteks hukum alam , bukan pada kontek yang sering menjadi buah bibir para pemikir sekularis dan orientalis. Penulis mencoba untuk menyajikan tampilan kisah ashabul ukhdud ini dari sisi yang integral , sirah, tarbiyah, dan analisa filosofis. Semoga Allah SWT memberikan kita kefahaman di jalan dakwah ini .
.....واتقو الله و يعلمكم الله.......
Artinya : bertaqwalah pada Allah SWT , maka Allah akan memberikan kamu pengetahuan(Al baqarah:282)

******

No comments:

Post a Comment